Senin, 17 Februari 2014

legenda gunung rinjani

 legenda gunung rinjani



Pada jaman dahulu tidak jauh dari pelabuhan Lembar, terdapat sebuah Kerajaan Taun yang diperintah oleh seorang Raja yang sangat bijaksana bernama Datu Taun bersama permaisurinya yang sangat cantik Dewi Mas.

Di bawah pemerintahan Raja Datu Tuan, kerajaan dalam keadaan aman, damai, dan tenteram. Namun meskipun demikian Raja kelihatan sering bersedih, hal ini dikarenakan beliau belum dikarunia seorang putera, sementara Raja dan Permaisuri sudah semakin bertambah tua.

Pada suatu hari Raja dan permaisuri duduk bercakap-cakap membicarakan masalah keluarga. Baginda mengemukakan bagaimana susahnya kelak karena tidak memiliki anak. Bersabdalah Datu Tuan “Adinda kanda ingin menyampaikan permintaan, ijinkanlah kakanda mengambil istri seorang lagi. Mudah-mudahan dengan demikian kita akan dikaruniai anak yang akan menggantikan pemerintahan kelak”

Setelah Sang Permaisuri menyetujui, maka Baginda Datu Tuan segera meminang seorang gadis cantik yang bernama Sunggar Tutul, puteri dari Patih Aur.

Semenjak itu perhatian Raja terhadap Dewi Mas berkurang, beliau lebih sering tinggal di istana isteri yang baru. Raja yang terkenal adil ini telah bertindak tidak adil terhadap permaisurinya. Meskipun demikian Dewi Mas tetap selalu sabar, dan karena kemurahan Yang Maha Kuasa maka Dewi Mas mengandung.

Berita tentang Dewi Mas mengandung ini tentu saja mengejutkan Sunggar tutul, ia takut Raja akan berpaling dari dirinya dan kembali ke Permaisuru Dewi Mas. Untuk itu dengan cara yang licik Sunggar Tutul menghasut Raja, bahwa kehamilan Dewi Mas diakibatkan oleh perbuatan serong dengan seorang yang bernama Lok Deos.

Murkalah Baginda Datu Tuan, maka Dewi Mas pun di usir dari istana dan dibuang ke sebuah gili. Dengan ditemani para pengiringnya Dewi Mas tinggal di gili, mereka membangun suatu pemukiman. Dewi Mas tetap tegar dalam menempuh kehidupan menuju hari depan.

Pada suatu ketika lewatlah sebuah kapal mendakati gili tersebut, seperti ada suatu kekuatan gaib sang Nakhoda kapal tersebut mengarahkan kapalnya ke gili, dan dari kejauhan dia melihat seorang wanita cantik yang bersinar. Nakhoda dan para awak kapalpun berlabuh dan mampir ke pondok Dewi Mas.

Setelah dijamu para penumpang kapal tersebut menanyakan kenapa Dewi Mas bisa tinggal di tempat tersebut, karena selama ini gili tersebut tidak berpenghuni. Dewi Mas pun menceritakan semua peristiwa yang dialaminya. Dewi Mas meminta Nakhoda dan awak kapal tersebut untuk mengantarkannya ke pulau Bali. Akhirnya Dewi Mas beserta para pengiringnya tinggal di Bali dan membangun pemukiman baru. Hari kelahiranpun tiba, Dewi Mas melahirkan dua anak kembar yang masing-masing disertai dengan keajaiban. Seorang bayi laki-laki lahir beserta sebilah keris, dan seorang lagi bayi perempuan lahir beserta anak panah. Bayi laki-laki ini diberi nama Raden Nuna Putra Janjak sedangkan bayi perempuan dinamakan Dewi Rinjani.

Kedua bayi tersebut tumbuh besar menjadi anak-anak yang lucu dan menarik. Namun pada suatu hari kedua anak tersebut menanyakan siapakah ayah mereka, karena selama ini mereka sering diejek teman-temannya karena tidak punya ayah.

Karena desakan kedua anaknya yang terus menerus, maka Dewi Mas pun menceritakan semua kisah yang dialaminya. Diceritakannya bahwa ayah mereka adalah seorang Raja di Lombok yang bernama Datu Taun, dirinya dibuang kesebuah gili karena difitnah oleh madunya Sunggar Tutul.

Raden Nuna Putra Janjak menjadi sangat marah dia memohon kepada ibunya agar diijinkan untuk menemui ayahnya ke Lombok. Karena terus didesak akhirnya Dewi Mas pun mengijinkan puteranya bersama para pengiring berlayar ke Lombok.

Sesampai di Lombok Raden Nuna Putra Janjak segera masuk ke istana namun di hadang oleh para penjaga. Pertarunganpun tak terelakkan, Raden Nuna Putra Janjak meskipun masih kecil namun dengan keris ditangan yang muncul bersamaan ketika ia lahir, sangatlah sakti dan tak tertandingi.
Banyak lawan yang tak berdaya hingga Baginda Datu Taun harus turun bertanding. Pertarungan yang serupun terjadilah, mereka saling menghujamkan kerisnya. Mereka berdua sama kuat, keris masing-masing tidak dapat saling melukai. Tiba-tiba terdengarlah suara gaib dari angkasa ” Hai Danu taun, jangan kau aniaya anak itu. Anak itu adalah anak kandungmu sendiri dari istrimu Dewi Mas”.

Setelah mendengar suara itu , ia amat menyesal maka dipeluknya Raden Nuna Putra Janjak. Setelah mendengar cerita dari Raden Nuna Putra Janjak , maka Baginda Datu Tuan segera menjemput permaisuri ke Bali. Seluruh istana dan penduduk Taun bersuka cita, Dewi Mas tidak menaruh dendam sama sekali kepada Sunggar Tutul, mereka semua hidup damai dan tenteram.

Raden Nuna Putra Janjak tumbuh dewasa menjadi seorang pemuda yang sangat tampan dan bijaksana. Baginda Datu Taun sudah semakin tua dan akhirnya menyerahkan tahta kerajaan kepada puteranya.

Sesudah puteranya naik tahta Baginda Datu Taun kemudian menyepi di gunung diiringi putrinya Dewi Rinjani. Di puncak gunung itulah baginda dan puterinya bertapa bersemedi memuja Yang Maha Kuasa.

Di puncak gunung ini Dewi Rinjani diangkat oleh para Jin dan mahluk halus menjadi Ratu. Dan sejak saat itulah gunung yang tinggi di pulau Lombok tersebut dinamakan Gunung Rinjani.

pencuri korek api


waspadai pencurian korek api
 
 Pendahuluan
Curanrek ataupun curankor, saya kira sama saja akronim tersebut. Terserah anda lebih akrab dengan akronim yang mana. Keduanya mempunyai arti yang sama, pencurian korek.
Akronim tersebut diambil dari fenomena kriminalitas yang marak terjadi di masyarakat dan tak pernah berhenti menjadi sajian di berbagai media massa, khususnya dalam rubrik kriminalitas. Fenomena tersebut adalah pencurian kendaraan bermotor, yang mungkin karena begitu maraknya, entah oleh media atau oleh penegak hukum, disebut curanmor.
Hal tersebut kemudian berlaku dikalangan para perokok. Cerita “kriminalitas” pencurian korek sangat akrab, menjadi cerita yang tak pernah usai di kalangan para perokok, hingga akhirnya para perokok menyebut si pencuri korek dengan sebutan curanrek atau curankor.
Secara hakikat tindakan tersebut adalah kejahatan, namun curanrek/curankor tak pernah mendapatkan hukuman layaknya curanmor. Tidak pernah ada sebuah cerita seorang pelaku curanrek/curankor dihakimi massa hingga babak belur, dibakar hidup-hidup, atau dilaporkan ke aparat kepolisian. Harganya yang tak seberapa, mungkin itu sebabnya. Namun uniknya, seakan ada “etika” di kalangan para pencuri korek, mereka hanya mencuri korek api jenis tertentu saja: korek gas, bukan korek kayu, dan bukan juga korek gas jenis bagus dan mahal.
Etika” lain dari kejahatan tersebut adalah: tidak mencuri korek milik orang yang tidak dikenal. Biasanya korban dari kejahatan pencurian korek adalah teman sendiri.
Pengguna Korek

Jika kita telisik lebih dalam para pengguna korek sehari-hari, mayoritas adalah para perokok. Saya tidak tahu siapa lagi selain perokok yang menggunakan korek api, baik gas ataupun kayu. Rokok dan korek itu layaknya Romeo dan Juliet yang tidak mungkin dipisahkan satu sama lain. Di antara mereka tidak dapat berdiri sendiri, keduanya harus menjadi satu kesatuan yang utuh jika sebuah tujuan (merokok) ingin dicapai.
Tanpa kombinasi keduanya, maka tujuan tersebut seperti sebuah rencana yang hanya matang tertulis diatas kertas tanpa ada implementasi yang konkret dalam mewujudkan tujuan tersebut.
Mungkin bisa saja minta bara api kepada orang lain, atau pinjam korek api orang lain. Nah, cara kedua tersebut justru jadi modus paling banyak dalam fenomena pencurian korek. Berawal dari proses pinjam korek api kemudian korek masuk ke kantong peminjam. Tindakan tersebut kadang dilakukan tanpa ada perasaan berdosa telah mengambil hak milik orang lain. Bahkan kadang menjadi sebuah kebanggaan tersendiri, kebanggaan untuk diceritakan pada orang lain, bahwa sejumlah korek telah berhasil dicuri.
Namun tak sedikit orang juga yang melakukan tindakan tersebut tanpa disadari atau tanpa ada unsur kesengajaan. Mungkin dalam KUHP, hal itu biasa disebut dengan “kelalaian seseorang yang mengakibatkan orang lain menjadi korban.” Dan biasanya, jika pelaku tanpa disengaja melakukan pencurian korek, maka dia akan bertanya-tanya korek siapa yang dia ambil. Bahkan juga memberitahukan kepada si korban bahwa korek miliknya telah dia ambil. Mungkin inilah satu-satunya perlilaku kejahatan yang “santun”.
Menular

Waspadai, tindak kriminal pencurian korek!
Nah, tanpa disadari, perilaku pencurian korek tersebut seperti menular, atau seperti rantai makanan dalam siklus kehidupan. Seorang korban pencurian korek biasanya akan kebingungan jika mengetahui koreknya telah hilang dicuri orang. Karena korek telah menjadi kebutuhan bagi para perokok, maka kemudian si korban ganti mencuri korek milik orang lain agar memudahkan dia untuk dapat melakukan aktifitas merokok. Sehingga awalnya orang tersebut adalah korban, kemudian menjadi pelaku kejahatan pencurian korek.
Bisa saja si korban tidak melakukan tindakan ganti mencuri korek, tapi memilih untuk membeli korek. Namun biasanya, membeli korek akibat kehilangan korek tersebut, disertai dengan umpatan atau caciaan, “ **SENSOR**… siapa yang ngambil korek gue!”
Sangat jarang sekali seorang perokok yang mempunyai korek api membeli lagi korek api karena gas dalam korek tersebut telah habis. Umumnya alasan pembelian lebih karena faktor kehilangan korek api.
Penutup

Coretan tentang fenomena curanrek/curankor ini didasari dari sebuah pengamatan sosial yang benar-benar terjadi di masyarakat umum, khususnya di kalangan perokok. Sangat tidak mungkin orang-orang yang tidak merokok atau para pegiat anti rokok mempunyai cerita seperti ini.
Coretan ini juga didasari dari penulis yang kerap kali menjadi korban dari tindak kejahatan pencurian korek, ataupun bahkan juga acap kali menjadi seorang pelaku kejahatan pencurian korek. Baik disadari ataupun tidak disadari.

Kisah Keganasan Dracula di Perang Salib


Nama aslinya Vlad Tepes (dibaca Tse-pesh). Dia lahir sekitar bulan Desember 1431 M di Benteng Sighisoara, Transylvania, Rumania. Ayahnya bernama Basarab (Vlad II), yang terkenal dengan sebutan Vlad Dracul, karena keanggotaannya dalam Orde Naga. Dalam bahasa Rumania, “Dracul” berarti naga. Sedangkan akhiran “ulea” artinya “anak dari”. Dari gabungan kedua kata itu, Vlad Tepes dipanggil dengan nama Vlad Draculea ( dalam bahasa Inggris dibaca Dracula), yang berarti anak dari sang naga.
Ayah Dracula adalah seorang panglima militer yang lebih sering berada di medan perang ketimbang di rumah. Praktis Dracula hanya mengenal sosok sang Ibu, Cneajna, seorang bangsawan dari kerajaan Moldavia. Sang ibu memang memberikan kasih sayang dan pendidikan bagi Dracula. Namun itu tidak mencukupi untuk menghadapi situasi mencekam di Wallachia saat itu. Pembantaian sudah menjadi tontonan harian. Seorang raja yang semalam masih berkuasa, di pagi hari kepalanya sudah diarak keliling kota oleh para pemberontak.
Pada usia 11 tahun, Dracula bersama adiknya, Radu, dikirim ke Turki. Hal ini dilakukan sang Ayah sebagai jaminan kesetiaannya kepada kerajaan Turki Ustmani yang telah membantunya merebut tahta Wallachia dari tangan Janos Hunyadi. Selama di Turki, kakak beradik ini memeluk agama Islam, bahkan mereka juga sekolah di madrasah untuk belajar ilmu agama. Tak seperti adiknya yang tekun belajar, Dracula justru sering mencuri waktu untuk melihat eksekusi hukuman mati di alun-alun. Begitu senangnya dia melihat kepala-kepala tanpa badan dipancang di ujung tombak. Sampai-sampai sehari saja tidak ada hukuman mati, maka dia segera menangkap burung atau tikus, kemudian menyiksanya dengan tombak kecil sampai mati.
Dengan status muslimnya, Dracula mempunyai kesempatan belajar kemiliteran pada para prajurit Turki yang terkenal andal dalam berperang. Dalam waktu singkat dia bisa menguasai seni berperang Turki, bahkan melebihi prajurit Turki lainnya. Hal ini menarik perhatian Sultan Muhammad II ( di Eropa disebut Sultan Mehmed II). Hingga pada tahun 1448 M, menyusul kematian Ayah dan kakaknya, Mircea, yang dibunuh dalam kudeta yang diorganisir Janos Hunyadi, Kerajaan Turki mengirim Dracula untuk merebut Wallachia dari tangan salib Kerajaan Honggaria. Saat itu Dracula berusia 17 tahun.
Aksi Biadab Dracula
Dengan bantuan Turki Dracula dapat merebut tahta Wallachia. Setelah itu, sebagian besar pasukan kembali ke Turki dengan menyisakan sebagian kecil di Wallachia. Tanpa pernah diduga, Dracula murtad dan berkhianat. Dia menyatakan memisahkan diri dari Ke Khilafahan Turki. Para prajurit Turki yang tersisa di Wallachia ditangkapi. Setelah beberapa hari disekap di ruang bawah tanah, mereka diarak telanjang bulat menuju tempat eksekusi di pinggir kota. Di tempat ini seluruh sisa prajurit Turki dieksekusi dengan cara disula. Yakni dengan ditusuk duburnya dengan balok runcing sebesar lengan, kemudian dipancangkan di tengah lapangan.
hukuman sula
Dua bulan kemudian Janos Hunyadi berhasil merebut tahta Wallachia dari tangan Dracula. Namun pada tahun 1456 hingga 1462 Dracula kembali berkuasa di Wallachia. Masa pemerintahannya kali ini adalah masa-masa teror yang sangat mengerikan. Yang menjadi korban aksi sadisnya bukan hanya umat Islam yang tinggal di Wallachia, tapi juga para tuan tanah dan rakyat Wallachia yang beragama Khatolik.
Di hari Paskah tahun 1459, Dracula mengumpulkan para bangsawan dan tuan tanah beserta keluarganya di sebuah gereja dalam sebuah jamuan makan. Setelah semuanya selesai makan, dia memerintahkan semua orang yang ada ditempat itu ditangkap. Para bangsawan yang terlibat pembunuhan ayah dan kakaknya dibunuh dengan cara disula. Sedang lainnya dijadikan budak pembangunan benteng untuk kepentingan darurat di kota Poenari, di tepi sungai Agres. Sejarawan Yunani, Chalcondyles, memperkirakan jumlah semua tahanan mencapai 300 kepala keluarga. Terdiri dari laki-laki dan perempuan, orang tua, bahkan anak-anak.
Aksi Dracula terhadap umat Islam di Wallachia jauh lebih sadis lagi. Selama masa kekuasaannya, tak kurang dari 300 ribu umat Islam dibantainya. Berikut sejumlah peristiwa yang digunakan Dracula sebagai ajang pembantaian umat Islam:
Pembataian terhadap prajurit Turki di ibu kota Wallachia, Tirgoviste. Ini terjadi pada awal kedatangannya di sana, setelah mengumumkan perlawanannya terhadap Khilafah utsmaniyah.
Pada 1456, Dracula membakar hidup-hidup 400 pemuda Turki yang sedang menimba ilmu pengetahuan di Wallachia. Mereka ditangkapi dan ditelanjangi, lalu diarak keliling kota yang akhirnya masukkan ke dalam sebuah aula. Aula tersebut lalu dibakar dengan ratusan pemuda Turki di dalamnya.
Aksi brutal lainnya, adalah pembakaran para petani dan fakir miskin Muslim Wallachia pada acara penobatan kekuasaannya. Para petani dan fakir miskin ini dikumpulkan dalam jamuan makan malam di salah satu ruangan istana. Tanpa sadar mereka dikunci dari luar, kemudian ruangan itu dibakar.
Dendam Dracula terhadap Turki dan Islam semakin menjadi. Untuk menyambut hari peringatan St. Bartholome, 1459, dia memerintahkan pasukannya untuk menangkapi para pedagang Turki yang ada di Wallachia. Dalam waktu sebulan terkumpullah 30 ribu pedagang Turki beserta keluarganya. Para pedagang yang ditawan ditelanjangi lalu digiring menuju lapangan penyulaan. Lalu mereka disula satu persatu.
Aksi kejam lainnya adalah dengan menyebar virus penyakit mematikan ke wilayah-wilayah yang didiami kaum Muslimin. Dia juga memerintahkan pasukannya meracuni Sungai Danube. Ini adalah taktik Dracula untuk membunuh pasukan Khilafah utsmaniyah yang membangun kubu pertahanan di selatan Sungai Danube.
Pada 1462 M, Khalifah utsmani, Muhammad II mengirim 60 ribu pasukan untuk menangkap Dracula hidup atau mati. Pemimpin pasukan adalah Radu, adik kandung Dracula. Mengetahui rencana serangan ini, Dracula menyiapkan aksi terkejamnya untuk menyambut pasukan Turki.
Khalifah utsmani, Muhammad II
Sepekan sebelum penyerangan, dia memerintahkan pasukannya untuk memburu seluruh umat Islam yang tersisa di wilayahnya. Terkumpullah 20 ribu umat Islam yang terdiri dari pasukan Turki yang tertawan, para petani, dan rakyat lainnya. Selama empat hari mereka digiring dengan telanjang bulat dari Tirgoviste menuju tepi Sungai Danube. Dua hari sebelum pertempuran, para tawanan disula secara masal di sebuah tanah lapang. Mayat-mayat tersula tersebut kemudian diseret menuju tepi sungai. Lalu dipancang di kiri dan kanan jalan, yang membentang sejauh 10 km untuk menyambut pasukan Turki.
Pemandangan mengerikan ini hampir membuat pasukan Turki turun mental. Namun semangat mereka kembali bangkit saat melihat sang Sultan begitu berani menerjang musuh. Mereka terus merangsek maju, mendesak pasukan Dracula melewati Tirgoviste hingga ke Benteng Poenari.
Pasukan Turki yang dipimpin Radu berhasil mengepung Benteng Poenari. Merasa terdesak, isteri Dracula memilih bunuh diri dengan terjun dari salah satu menara benteng. Sedang Dracula melarikan diri ke Honggaria melalui lorong rahasia. Hingga tahun 1475 M Wallachia dikuasai oleh Khilafah Turki Utsmaniyah, sebelum akhirnya direbut kembali oleh Dracula yang disokong pasukan salib dari Transylvania dan Moldavia.
Khalifah utsmani, Muhammad II saat berhasil merebut kembali kota Konstantinopel
Dracula tewas dalam pertempuran melawan pasukan Turki pimpinan Sultan Muhammad II di tepi Danau Snagov, pada Desember 1476. Kepala Dracula dipenggal, kemudian dibawa ke Konstantinopel untuk dipertunjukkan kepada rakyat Turki. Sedang badannya dikuburkan di Biara Snagov oleh para biarawan.
Selain melalui cerita turun-temurun rakyat Rumania, bukti-bukti sejarah terkait riwayat kelam Drakula juga tercatat dengan baik di sejumlah pamflet yang beredar di Jerman dan Rusia.

sumber dari BERITAUNIK.net

9 Bahan Makanan yang Serupa dengan Organ Tubuh

1. BANANA – SMILE (LIPS)
Segarkan harimu dan tersenyumlah dengan makan pisang. Buah ini mengandung protein yang disebut tryptophan yang setelah dicerna, maka protein ini akan dikonversi secara kimia menjadi serotonin. zat ini adalah zat yang penting di dalam otak dalam mengatur suasana hati dan merupakan obat anti depresi yang manjur dengan meningkatkan produksi serotonin. Mood yang baik berarti Hari yang Sempurna
2. MUSHROOM – EAR
Potong Jamur menjadi dua bagian yang sama dan akan berbentuk seperti telinga. Dan tahukah anda, bahwa menambahkan jamur ke dalam masakan anda dapat membantu meningkatkan pendengaran. Ini disebabkan karena jamur merupakan salah satu makanan diet yang mengandung vitamin D. Vitamin ini penting untuk kekuatan tulang, bahkan untuk bagian yang kecil, seperti tulang telinga yang “menyalurkan” suara ke otak
3. BROCCOLI – CANCER
Dilihat secara lebih detail, maka brololi akan berbentuk seperti ratusan sel kanker. Pada ilmuwan menyadari bahwa brokoli mempunyai peran penting dalam mencegah penyakit ini. Tahun 2009, US National Cancer Ins. menemukan bahwa makan brokoli secara teratur tiap 1 minggu dapat mencegah kanker sebesar 45%. Di Inggris, kanker prostat membunuh 1 orang tiap 1 jam
4. GINGER – STOMACH
Jahe yang banyak ditemukan di Indonesia dan berbentuk seperti lambung. Yang sangat menarik adalah kemampuannya dalam membantu pencernaan. Di China, jahe telah digunakan lebih dari 2000 tahun sebagai obat untuk menenangkan perut dan mual – mual, sedangkan fungsi lainnya bisa untuk mencegak mabuk. Namun, manfaat yang lebih jauh, ditemukan oleh tim Universiti of Minesota, dimana suntikan senyawa dengan kandungan jahe dapat memperkecil resiko tumor usus.
5. CHEESE – BONES
Keju, seperti Emmenthal, bukan hanya bagus untuk tulang anda, bahkan mereka mempunyai struktur yang sama seperti tulang anda, berlubang – lubang. Keju mempunyai kandungan kalsium yang sangat tinggi, yang merupakan bahan yang penting untuk kekuatan tulang dan mencegah osteoporosis. ditambah dengan mineral lain , fosfat, akan menghasilkan kekuatan didalam tulang dan menambah kekuatan otot anda. Mempunyai kalsium yang cukup di masa kecil, sangat krusial untuk kekuatan tulang. Study oleh University of New York di Kolombia menunjukkan remaja yang mengkonsumsi kalsium 800-1200mg per hari berhasil menambah kepadatan tulang hingga 6%
6. GRAPES – LUNGS
Paru – paru kita terdiri dari cabang – cabang yang semakin mengecil can berakhir pada gelembung – gelembung kecil yang disebut alveoli. struktur yang menyerupai anggur ini memungkinkan oksigen mengalir dari paru – paru ke dalam saluran darah. Salah satu alasan kenapa bayi yang lahir prematur adalah belum terbentukna alveoli pada umur 24 minggu kehamilan.
Diet dengan buah segar seperti anggur, dapat menurunkan resiko kanker paru – paru dan emphysema. Anggur mengandung zat kimia yang disebut proantosianidin yang dapat menurunkan efek asma akibal alergi.
7. TOMATO – HEART
Tamat biasanya berwarna merah dan mempunyai 4 bagian, sama seperti jantung kita. Tomat mengandung lycopene yang sangat besar dan merupakan zat kimia dari tumbuhan yang mampu mengurangi resiko serangan jantung dan beberapa kanker. Pusat Kesehatan Wanita – program riset Amerika – menemukan bahwa wanita dengan level lycopene yang tinggi dalam darah mempunyai resiko serangan jantung 30% lebih kecil daripada yang memiliki sedikit lycopene. Selain itu, lycopene juga melawan kolesterol jahat.
8. WALNUT – BRAIN
lipatan – lipatan pada walnut/kenari mempunyai bentuk yang sangat mirip dengan otak manusia merupakan petunjuk bagi fungsi kacang walnut itu sendiri. Walnut merupakan satu – satunya kacang yang mengandung asam lemak omega 3. Zat ini mampu mengurangi resiko demensia. para peneliti menemukan bahwa walnut dapat menghambat penuaan otak pada tikus dan mencegah penyakiy Alzheimer.
9. CARROT – EYES


Potongen wortel mempunyai bentuk yang mirip dengan mata, terutama retina. ini adalah petunjuk yang jelas tentang fungsi wortel pada mata. Wortel mendapat warna orange dari zat bernama betacarotene, yang mengurangi resiko katarak. Kombinasi beberapa unsur kimia dengan wortel mempunyai fungsi unik yang bermanfaat bagi mata anda.
sumber.BERITAUNIK.net

Tahukah Anda, Asal Usul Teka Teki Silang